10 Kiat Membentuk Selera Makan Bagian 2

Nah, agar kelak si kecil memiliki selera makan yang sehat, Mama Papa dapat melakukan 10 kiat berikut:

1. Jangan tambahkan aneka perasa pada MPASI. Bayi tidak mengenal de­ nisi hambar, ia baru belajar mengenai rasa. Jadi jangan khawatir bayi akan menolak ketika makanannya tidak diberi garam, gula atau aneka perasa lainnya. Justru kalau sudah dibiasakan dengan pemberian makanan non-hambar sejak dini, sampai dewasa pun ia akan lebih menyukai makanan nonhambar dan gampang menolak makanan yang cenderung hambar.

2. Hindari makanan dengan pemanis buatan, terlalu banyak gula, dan sirop jagung. Makanan yang terlalu manis akan berefek buruk, di antaranya dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes, kerusakan gigi, dan gizi buruk. Gizi buruk sangat mungkin terjadi karena gula memiliki nilai gizi yang rendah, namun kaya akan energi.

3. Hindari masakan yang mengandung minyak buatan (hydrogenated oil). Penggunaan minyak buatan untuk menggoreng makanan dapat berdampak mengurangi kadar kolesterol baik dan meningkatkan risiko serangan jantung.

4. Sajikan lebih banyak makanan segar daripada makanan dalam kaleng/ kemasan. Makanan dalam kemasan mengandung sodium nitrat dan ada pula yang mengandung sodium benzoat. Kedua bahan ini berbahaya karena dapat memengaruhi tubuh serta berisiko terkena diabetes dan kanker usus besar. Sedangkan sodium benzoat dapat berdampak cukup buruk bagi tubuh karena membuat sistem imun menjadi semakin lemah.

5. Sajikan lebih banyak serealia/padi-padian (beras, gandum, tepung gandum). Makanan serealia kaya akan serat. Penting mencermati jumlah serat yang dikonsumsi, karena bermanfaat untuk mencegah terjadinya sembelit atau konstipasi. Selain juga sebagai sumber energi. 6. Hindari makanan dengan perisa buatan, pewarna, dan bahan tambahan/additives. Tambahan perisa, pewarna sintetis dan bahan additives dapat menyebabkan gangguan kesehatan, terutama pada fungsi hati dalam tubuh.

7. Hindari pemberian garam. Pemberian garam (yang mengandum sodium) terlalu dini kepada bayi bisa menyebabkan ginjalnya rusak. Selain itu, pada saat dewasa, mereka lebih mudah terkena hipertensi (tekanan darah tinggi).

8. Perkenalkanlah bumbu rempah pada bayi. Untuk menghindari terjadinya gangguan pada pencernaan sekaligus menghindari reaksi alergi, perkenalkan bayi dengan rempah-rempah, seperti: temu kunci, lengkuas, daun salam, daun jeruk, kunyit, ketumbar, vanila, kayu manis, dan lain-lain. Bumbu yang menyengat, seperti lada, hindari dahulu sampai anak berusia di atas 1 tahun.

9. Kenalkan dan tunggu selama 3—5 hari. Kenalkan bayi dengan beragam bahan makanan. Untuk mengenalkan satu bahan makanan baru, terapkan aturan “tunggu selama 3—5 hari”, bila tidak ada perubahan pertanda bayi dapat menerima.

10. Pastikan makanan tersebut aman dan mengandung asupan gizi yang dibutuhkan. Perkenalkan bahan makanan yang kaya akan gizi dan diperlukan untuk pertumbuhan bayi. Utamanya, mengandung zat gizi makro (karbohidrat, protein, lemak) dan mikro (vitamin, mineral) dalam jumlah yang disesuaikan dengan kebutuhkan bayi seusianya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *