Keguguran Salah Siapa

Stres dan kelelahan sering kali dituding sebagai penyebab utama keguguran. Akibatnya, Mama adalah pihak yang paling sering disalahkan. Bagaimana sebenarnya? Memiliki keturunan yang sehat dan kuat meru- pakan dambaan semua pasangan. Harapan ini menjadi sangat nyata keti ka Mama mulai mengandung. Tentunya sejak awal kehamilan, pasangan akan menjaga kehamilan tersebut sedemikian rupa sehingga berlangsung baik sampai waktunya persa linan tanpa sedikit pun masalah.

Baca juga : kursus bahasa Jerman di Jakarta

Namun kenyataannya, tak semua kehamilan berakhir sesuai harapan. Keguguran adalah salah satu masalah yang bisa terjadi pada kehamilan. Pasangan yang sedang berharap memiliki buah hati tentu akan mengalami kesedihan dan penyesalan bila terjadi keguguran. Mama adalah pihak yang biasanya p aling merasakan kehilangan saat keguguran. Perdarahan dan nyeri adalah hal yang sering dirasakan Mama kala mengalami keguguran.

Hal ini menggambarkan bahwa saat terjadi keguguran, seorang perempuan mengalami tekanan yang besar, baik secara fisik atau kesehatan Masmani maupun tekanan psikis atau kesehatan jiwanya. Pada banyak kasus, sering kali pasangan menimpakan kesalahan pada istrinya sebagai penyebab keguguran. Bahkan, tak jarang Si Mama pun me nyalahkan dirinya sendiri. Mama yang stres danber aktivitas berlebihan kala hamil sering kali dianggap sebagai penyebab utama terjadinya keguguran.

Padahal, anggapan ini sungguh keliru! Bukan hanya di Indonesia, pandangan awam bahwa stres dan kelelahan menjadi penyebab utama keguguran juga terjadi di Amerika Serikat dimana pendidikan masyarakatnya dianggap lebih baik. Sebuah penelitian yang dikerjakan di Amerika Serikat mendapati, 75% responden penelitian menganggap stres sebagai penyebab utama keguguran . Penyebab selanjutnya adalah kelelahan, riwayat penyakit seksual menular, pernah menggunakan kontrasepsi spiral dan pil, bahkan juga pertengkaran. Padahal, itu semua adalah pandangan yang keliru!

Mengapa Terjadi Keguguran?

Keguguran atau dalam bahasa medisnya adalah abortus, merupakan keadaan berakhirnya kehamilan sebelum usia 20 minggu atau berat lahir janin kurang dari 500 g. Keguguran terjadi pada 30% dari semua kehamilan dan bahkan sebagian besar (dua per tiga) terjadi sebelum seorang perempuan menyadari bahwa dirinya hamil.

Sekitar 80% keguguran setelah mama mengetahui dirinya hamil, terjadi pada 3 bulan pertama usia kehamilan. Mengetahui penyebab ke guguran penting untuk mengubah pandangan Mama dan pasangan. Sebenarnya, secara ilmiah sudah dibuktikan bahwa 75% penyebab keguguran yaitu adanya kelainan pada janin. Yang tersering adalah kehamilan kosong (blighted ovum) dan kelainan kromosom.

Sumber : pascal-edu.com

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *