Mengapa Terjadi Keguguran?

Kehamilan kosong terjadi pada 50% kasus dan kelainan kromosom terjadi pada 25% kasus. Jelaslah bahwa kelainan janin adalah penyebab utama sebagian besar keguguran, bukan stres atau kelelahan. Secara sederhana dapat dijelaskan sebagai berikut. Kehamilan bisa terjadi karena proses pembuahan sel telur oleh sel sperma. Sel telur yang sehat apabila dibuahi sebuah sel sperma yang sehat akan menghasilkan embrio atau bakal anak yang sehat.

Baca juga : tes toefl Jakarta

Kelainan janin bisa terjadi karena adanya kelainan pada sel telur atau sel sperma, atau kedua nya. Dengan kata lain, kelainan janin bisa terjadi karena faktor istri (sel telur), faktor suami (sel sperma), atau keduanya. Faktor mama yang menjadi penyebab keguguran hanya sekitar 25% saja. Infeksi merupakan faktor risiko yang paling sering. Selain infeksi umum yang menyerang badan mama, infeksi lokal dari organ seksual mama juga bisa menyebabkan keguguran. Infeksi tersebut seringnya disebabkan oleh virus dan bakteri.

Infeksi TORCH (Toxoplasma, Rubella, virus CMV, dan virus Herpes Simpleks) juga dapat menyebabkan keguguran, namun pembuktiannya belum jelas dan masih kontroversial. Beberapa faktor lain juga disebutkan berhubungan dengan risiko terjadinya keguguran . Adanya penyakit kronis, seperti: peningkatan hormon tiroid, tuberkulosis, tekanan darah tinggi, kencing manis, dan kanker, dapat menyebabkan keguguran walaupun jarang. Kekurangan gizi berat juga berisiko menyebabkan keguguran.

Merokok, penyalahgunaan obat dan alkohol juga dapat berperan dalam menyebabkan kelainan janin yang berujung pada keguguran. Trauma fisik, emosional, kelainan bentuk uterus juga berhubungan dengan keguguran. Faktor imunologis juga telah terbukti signifikan dapat menyebabkan kegu guran berulang. Namun, pembahasan mengenai keguguran berulang merupakan suatu topik yang khusus. Walaupun hanya sedikit yang diketahui tentang peranan faktor paternal, namun kelainan kromosom dalam sperma jelas berpengaruh menyebabkan keguguran.

Perlu diperhatikan kembali, walaupun banyak faktor risiko maternal yang berhubungan dengan keguguran, faktor tersebut hanya sekitar 25% dari semua penyebab keguguran. Hal ini menunjukkan bahwa memang faktor janin yang paling bermakna terhadap keguguran. Jadi, jangan salahkan Mama, ya, Pa, bila terjadi keguguran. Mama pun hendaknya tidak menyalahkan diri sendiri. Ingatlah , kelelahan bukan pe nyebab utama keguguran !

Pandangan keliru dalam hal penyebab keguguran menyebabkan tekanan berlebihan pada pasangan, khususnya Mama. Peristiwa keguguran yang terjadi kebanyakan karena kelainan janin justru seharusnya memberikan dukungan kepada Mama. Keguguran biasanya terjadi secara kebetulan sehingga tak perlu ada kekhawatiran yang berlebihan pada pasangan.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *