Bermain Peran Agar Cerdas Emosi

Sebagai orangtua kita pasti menginginkan anak tumbuh cerdas dan berkembang op- timal. Salah satu yang perlu menjadi titik perhatian kita adalah perkembangan emosi anak. Anak perlu memiliki keterampilan emosi yang bagus, agar ia bisa mengenali dan mengelola emosinya, serta mampu berinteraksi dengan orang di sekitarnya.

Baca juga : Beasiswa S1 Jerman Full

Metode yang bisa kita lakukan untuk mengembangkan keterampilan emosi anak adalah lewat sosiodrama atau role play. Sebetulnya istilah sosiodrama mengacu pada salah satu metode pembelajaran di PAUD, yang memungkinkan anak mendramatisasikan tingkah laku atau ungkapan gerak-gerik seseorang dalam hubungan sosial antarmanusia. Sosiodrama merupakan salah satu permainan aktif, sehingga anak harus terlibat penuh dalam permainan ini.

Dalam keseharian, istilah sosiodrama populer dengan sebutan role play atau bermain peran. Bermain peran ini memberikan kesempatan anak untuk menyelami karakter yang diperankannya dan mengembangkan pengetahuan yang ia miliki terhadap karakter tersebut. Jadi, jika kita mengenal frase “bermain sambil belajar”, maka role play merupakan salah satu cara efektif pembelajaran melalui permainan.

Bisa Dilakukan Di Rumah

Jika anak sudah bersekolah di PAUD atau TK, umumnya ada aktivitas bermain peran. Sebab, guru menyadari anak prasekolah suka sekali dengan hal-hal yang bersifat imajinatif. Bermain peran sendiri ada dua macam, yakni mikro dan makro. Bermain peran mikro atau bermain peran kecil adalah ketika anak memainkan benda-benda berukuran kecil untuk menyusun adegan tertentu.

Misal, bermain boneka yang memiliki nama dan punya teman, lalu melakoni adegan tertentu. Sementara bermain peran makro atau bermain peran besar adalah anak bermain menjadi tokoh dengan menggunakan peralatan dan bertindak seperti tokoh tersebut. Contoh, anak bermain peran sebagai seorang dokter yang memeriksa pasien, anak menjadi superhero lengkap dengan topeng dan senjata andalan.

Bermain peran juga kerap menjadi ajang ekspresi seni melalui drama pertunjukan. Umumnya, sekolah punya kegiatan pentas seni akhir tahun, yang menjadikan drama pertunjukan sebagai salah satu mata acara. Para siswa diberikan dan dilatih bermain drama dengan naskah yang menarik. Di situ anak bisa memainkan suatu peran tertentu dengan kostum dan alur cerita menarik.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *