Fobia

Bagian yang menyedihkan dalam sejarah adalah ketika tak ada lagi orang-orang tak bersalah. Jika be nar seorang ulama di wilayah Queens, New York, di tembak kepalanya dari jarak dekat, hanya karena ia muslim atau berpakaian seperti orang Timur Tengah, maka ia seseorang yang dianggap terlibat dengan kejahatan, bahkan kekejaman, di tempat lain, di waktu lain, yang dilakukan atas nama Islam. Maulama Akonjee seorang imam masjid yang halus budi, tapi orang yang menembaknya memastikan ia ikut dalam satuan politik orang-orang jahat. Label sudah dipasang. Dendam bisa dibalaskan kepadanya. Kini orang-orang berbicara tentang ”Islamofobia” yang berjangkit di Eropa dan Amerika. Kata ”fobia”—sebagaimana halnya dalam ”komunistofobia”, ”xenofobia”, dan pelbagai bentuk penolakan kolektif—tak sepenuhnya tepat.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *