Seribu Kegagalan dan Seribu Kesuksesan Bag2

Lain halnya dengan kisah Atas Warin (36) yang tinggal di daerah Ciputat Tangerang. Mama dari Faiqah Nuruljannah (5) dan Putri Larasati (3) ini memutuskan menjadi ibu rumah tangga secara penuh sejak anak pertamanya lahir. Dengan anak pertamanya, Faiqah, Mama Atas menjalankan perannya sebagai ibu dengan “mulus”.

“info lowongan kerja di Jerman gratis untuk SMA dengan program ausbildung di Jermansat-jakarta

Tapi setelah melahirkan anak keduanya, Laras, ia sempat terkejut karena Laras, mengalami keterlambatan bicara. Gejala keterlambatan bicara (speech delay) ini terdeteksi saat Laras berusia 18 bulan. “Ya, Allah…, kaget saya ketika dokter memberitahukan Laras mengalami keterlambatan bicara. Sebelumnya memang saya sempat curiga. Tapi tetap saja kaget ketika diberitahu dokter.

Saat itu, saya dan suami langsung introspeksi. Apa yang salah? Apa yang tak saya lakukan kepada Laras padahal dulu saya lakukan terhadap kakaknya? Di sini saya merasa sedikit frustrasi. Di sisi lain, dokter bilang Laras tak perlu terapi khusus. Sang dokter juga mengingatkan saya dan suami agar selalu berusaha berbicara dengan jelas dan perlahan (tidak terburu-buru) kepada Laras, sehingga ia mengerti setiap kata yang kami ucapkan.”

“Di rumah, saya mengganti bahasa pengantar acara TV dengan bahasa Indonesia. Saya pun membiarkan kedua anak saya bercerita apa saja dan memaksa mereka bicara jelas walaupun kami sudah mengerti apa yang mereka inginkan. Sistemnya, mereka tidak akan mendapatkan sesuatu hanya dengan menunjukkan jari atau dengan merengek. Misal, mereka menginginkan susu. Mereka harus menyebutkan kata susu.

Kalau tidak ingat, saya bantu ingatkan kata tersebut dan mereka harus mengulanginya lagi. Tiap malam, saya selalu membisikkan bahwa mereka adalah anak-anak yang hebat, pintar, dan pemberani. Setiap mereka selesai mengerjakan sesuatu, baik atas permintaan kami atau inisiatif mereka, kami selalu bilang ‘yeaay… good job’. Kami pun selalu katakan bahwa tidak ada hal yang sulit, tidak ada hal yang tak mungkin bisa dikerjakan.

Cara dan sistem yang kami terapkan ini sangat membantu perasaan sedih saya sebagai seorang ibu. Sudah pasti memang butuh kesabaran ekstra. Sekarang saya dan suami bersyukur, hingga Laras berusia 3 tahun, ia sudah semakin cerewet dan berani mengungkapkan apa yang dirasakan dan apa yang ingin diketahuinya.” Kegalauan sebagai mama diceritakan kembali oleh Afizah, Mama dari Fikri. Dari usia 15 bulan Fikri dititipkan di sebuah daycare.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *