Saatnya Mengejan untuk Mama Melahirkan Bag2

Saat Tepat Mengejan

Lalu kapan saat tepat untuk mengejan? Proses mengejan dilakukan saat tenaga medis sudah memeriksa Mama dan mengatakan pembukaan lengkap (untuk dapat memenuhi syarat bisa dilalui bayi, pemeukaan jalan lakirbkarus 10 cm), serta bagian terbawah janin sudah di dasar panggul. Saat itulah Mama akan diinstruksikan untuk mengejan. Jika belum mendapat bimbingan untuk mengejan dari bidan dan dokter, mohon tidak mengejan dahulu, ya, Ma.

Baca juga : Beasiswa s2 Jerman

Pasalnya, mengejan yang dilakukan sebelum diintruksikan atau sebelum pembukaan 10, akan membuat Mama kelelahan. Alhasil, Mama tak dapat mengejan dengan baik ketika tiba saatnya harus mengejan. Bahkan, mengejan bisa menimbulkan pembengkakan/edema pada mulut rahim bila dilakukan pada waktu pembukaan belum lengkap. Jadi, bila terasa ada dorongan untuk mengejan, tetapi pembukaan jalan lahir belum memenuhi syarat untuk mengejan, seeisa mungkin kurangi refleks mengejan tersebut, ya, Ma.

Caranya dengan melatih relaksasi otot-otot tubuh dengan menarik napas panjang melalui hidung dan mengembuskannya perlahan–lahan melalui mulut. Hal ini juga bisa membantu dalam mengalihkan perhatian terhadap rasa nyeri. Selanjutnya, bila pembukaan sudah lengkap dan dokter pun sudah menginstruksikan untuk mengejan, barulah Mama boleh mengejan, ya. Satu, dua, tiga…!

Syarat-Syarat Kesiapan Mengejan:

Pastikan pembukaan sudah lengkap dan janin sudah ada di dasar panggul. Pastikan Mama sudah mendapatkan kalori yang cukup agar kuat mengejan. Ruangan yang nyaman privasi terjaga. Persalinan ditemani suami atau orang terdekat mama untuk memberikan semangat.

Cara Mengejan Yang Benar

Persiapkan posisi yang benar, yaitu setengah duduk. Posisi ini membantu Mama lebih nyaman sehingga dapat mengejan dengan baik. Saat kontraksi sudah ada di puncaknya, tarik kaki sejauh mungkin ke arah dada bersama posisi siku berada di lipat paha. Mulailah mengejan saat diperintahkan oleh dokter/tenaga medis.

Buka mata mama, lihat ke arah perut. Tarik napas dalam, dan tahan sambil mengatupkan gigi, tapi mulut masih sedikit terbuka. Mengejanlah sekuat tenaga dan dan sepanjang mungkin jangan pendek-pendek. Saat kontraksi hilang, mama dapat beristirahat sambil mengonsumsi minuman manis agar tetap terhidrasi dan mendapatkan kalori untuk mengejan. Hindari berteriak karena hanya akan membuang energi yang ada dan Mama pun jadi kelelahan.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *