Terpilih Tanpa Pemilihan Bag5

Amendemen pemilihan presiden terpilih yang disahkan oleh parlemen pada November tahun lalu memberi peluang bagi etnis tertentu yang tidak memiliki perwakilan selama lima periode berturut-turut untuk menjadi presiden. Kemenangannya itu semestinya menjadi momen yang dirayakan. Meski jabatan presiden di Singapura hanya bersifat seremonial, pengembannya bisa memveto beberapa kebijakan pemerintah. Kebijakan itu antara lain soal keuangan yang menyentuh cadangan negara atau penunjukan pejabat penting di layanan publik.

Dan sekarang masyarakat Singapura, yang sekonyongkonyong mendapatkan seorang presiden tanpa pemilihan, mulai bereaksi keras. Sejumlah warga Singapura dilaporkan mulai mengkampanyekan #notmypresident di media sosial mereka. Pengguna Facebook, Jericho Augustus Tan, menulis, ”Warga Singapura harus mendapat hak memilih presiden.” Menanggapi protes ini, Halimah menjawab dengan tenang: ”Saya presiden untuk semua. Meskipun tak melalui pemilihan, komitmen saya untuk melayani kalian tetap sama.” Ia produk sistem politik lama yang harus siap menjawab tantangan dan tuntutan zaman yang menghendaki transparansi dan perubahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *