Pindah Dokter, Benarkah Sulit? Bag2

Kalau memang ada kekurangan dokter yang Mama rasakan, kejujuran Mama akan menjadi masukan berharga bagi dokter itu. Sampaikan dengan bahasa yang baik dan sopan, agar semuanya berjalan lancar dan nyaman bagi kedua belah pihak. Jangan lupa, pastikan dokter yang baru bisa dan mau menerima Mama. Jika dokter baru menolak, kecuali Mama dalam keadaan darurat, ya, Mama wajib menerima keputusan beliau. Bisa jadi, dokter tersebut memang membatasi jumlah pasien demi bisa memberikan pelayanan yang terbaik.

Baca juga : toefl ibt jakarta

BOKS: UU HAK KONSUMEN Seperti dikutip dari situs hukumonline, dalam pasal 4 poin b UU No. 8/1999, hakhak konsumen, yaitu: hak untuk memilih barang dan/atau jasa serta mendapatkan barang dan/atau jasa tersebut sesuai dengan nilai tukar dan kondisi serta jaminan yang dijanjikan. Selain itu, dalam Pasal 32 UU No. 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit khususnya pada butir g yang berbunyi: memilih dokter dan kelas perawatan sesuai dengan keinginannya dan peraturan yang berlaku di Rumah Sakit; dan butir h yang berbunyi: meminta konsultasi tentang penyakit yang dideritanya kepada dokter lain yang mempunyai Surat Izin Praktik (SIP) baik di dalam maupun di luar Rumah Sakit. Hal ini ditegaskan lagi dalam UU No. 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran pasal 52 terutama butir b yang isinya adalah: pasien berhak meminta pendapat dokter lain.

TENTANG REKAM MEDIS Sekarang, bagaimana dengan rekam atau catatan medis? Aturan mengenai rekam medis dapat kita jumpai dalam Pasal 46 Ayat 1 UU Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran yang berbunyi: setiap dokter atau dokter gigi dalam menjalankan praktik kedokteran wajib membuat rekam medis. Arti rekam medis itu sendiri adalah berkas yang berisikan catatan dan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan, dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. Nah, hak Mama sebagai pasien atas isi rekam medis ada dalam Pasal 47 UU Praktik Kedokteran. Dalam ayat 1 diatur bahwa dokumen rekam medis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 46 merupakan milik dokter, dokter gigi, atau sarana pelayanan kesehatan, sedangkan isi rekam medis merupakan milik pasien.

Sumber : https://pascal-edu.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *