100 Tahun Menjaga Perak Celuk Bag5

Barang-barang kerajinan yang dihasilkan masih sebatas keperluan upacara adat dan agama serta perhiasan keluarga raja dari Puri Ubud dan Sukawati. Bentuknya antara lain bokoran, sangku, caratan, gagang keris, dan aksesori busana. Pada 1935, perajin perak di Celuk bergabung dengan perkumpulan seni Pita Maha di Ubud—yang berpusat di Puri Peliatan. Selain dibimbing Raja Ubud, perkumpulan ini mendapat bimbingan dari Rudolf Bonnet, seniman asal Belanda. Perkumpulan ini kemudian membantu para seniman meningkatkan kreativitas dan mempromosikan karya mereka. Langkah besar terjadi pada 1952, ketika Wayan Regeg membuka art shop pertama yang diberi nama Sura. Merek itu diambil dari nama anak sulungnya, I Wayan Sura.

Leave a Reply

Your email address will not be published.