Pregnancy by Design

Pregnancy by Design – Ketidaksiapan dapat memengaruhi kehamilan! Ini berlaku untuk Papa dan Mama. Keluhan seperti, “Kenapa sih tiap pagi aku mual?” atau, “Kenapa, sih, Mama jadi gampang marah sama Papa?” bisa berarti tanda ketidaksiapan. Pengaruh yang paling kecil, secara tidak sadar ketenangan dan kenyamanan Mama akan terganggu. Ceritanya akan lain jika selama kehamilan, Mama selalu menikmatinya dan Papa bijak menghadapi Mama. Bagaimanapun, kehamilan terjadi lantaran ada kontribusi dari kedua belah pihak, yaitu Mama dan Papa. Itulah mengapa pregnancy by design atau PbD mengharuskan Papa terlibat sejak awal. Sejak merencanakan punya anak sampai kelahiran dan proses menyusuinya, keterlibatan Papa sangat dibutuhkan. Mama dan Papa juga harus memiliki kesepakatan, bahwa akan menjalani semuanya bersama-sama dengan peran masing-masing yang saling melengkapi.

Sejatinya, segala sesuatu yang direncanakan dengan matang dan dijalankan dengan konsisten akan membuahkan hasil seperti yang diharapkan. Tentu, kita tak boleh melupakan campur tangan Sang Pencipta, karena selalu ada faktor penentu yang berada di luar kendali kita. Yang dapat kita lakukan adalah mendesain kehamilan dengan cara sebaikbaiknya agar lahir buah hati yang sehat dan cerdas!

Prinka Cassy Pertiwi – SEWA FREEZER DEMI ASI

Prinka Cassy Pertiwi – SEWA FREEZER DEMI ASI – Model berwajah campuran Belanda Sunda ini tidak menyangka bisa memproduksi ASI secara berlimpah. Awalnya, ibu 22 tahun ini harus menggunakan alat penyambung puting untuk menyusui buah hatinya, Biru Aqila Singedekane (11 bulan). Ditambah lagi, Biru tidak langsung terampil mengisap ASI. Namun, setelah masa itu terlewati, produksi ASI–nya berlimpah. “Saya sampai sewa freezer khusus menyimpan ASI. Sampai sekarang, Biru masih ASI eksklusif,” papar Prinka bangga di rumahnya yang asri di wilayah Pondok Cabe, Tangerang. Prinka bersyukur bisa memberikan ASI eksklusif karena menurutnya, ada banyak manfaat yang diperoleh. Pertama, menyusui dapat menjadi media kedekatan dengan Biru.

Baca Juga : Kursus SAT Jakarta

Kedua, daya tahan tubuh Biru sangat baik. “Kalaupun sakit, hanya batuk pilek dan obatnya cukup diberikan ASI lebih banyak, biasanya akan segera sembuh. Bahkan ketika panas pun, saya biasanya cukup dengan lebih banyak memberikan ASI sudah dapat teratasi.” Ketiga, praktis dan hemat. Ketika tengah malam menangis, Prinka dapat langsung memberikan minuman kepada Biru. Tak perlu waktu banyak untuk memberikan susu kepada Biru. Prinka juga melakukan beberapa pengamatan seputar produksi ASI. Khusus pada dirinya, produksi ASI berkurang ketika ia terlalu lelah atau sedang stres. “Makanan tidak terlalu berpengaruh. Kalau pada sebagian orang harus makan dan minum yang cukup banyak, saya tidak,” ungkap istri dari Dana Anugrah Ra iansyah (33) ini. Selain itu, Prinka mengaku hanya dibantu vitamin dari dokter

Sumber : westwoodprep.com/id/