Bangkitnya Pengguna Facebook

Bagi Maximilian Schrems perkembangan tersebut cukup membahayakan. Pegiat hukum di Austria tersebut sangat kritis terhadap rakusnya Facebook terhadap data-data. Hal itu terjadi sejak Schrems menuntut akses ke dalam data-datanya. “Mirip sebuah buku harian,” katanya. Ia membaca ratusan halaman segala hal yang disimpan oleh perusahaan tersebut mengenai dirinya. Bahkan, posting-an yang sudah lama terlihat sudah dihapus.

Di sini peran Facebook seperti dalam skandal mata-mata NSA. Sejak saat itu, Schrems seperti menjadi wakil pengguna yang kurang memiliki akses terhadap manipulasi dan eksploitasi melalui Facebook. Dalam sebuah wawancara dengan CHIP Internasional, ia tampak marah bagaimana Facebook memperlakukan penggunanya. “Sering kali dikatakan bahwa pengguna membayar layanan gratis Facebook dengan data-data mereka. Saya melihatnya berbeda. Sebenarnya kita juga menjadi content producer.

Karena konten-konten yang menarik, pengguna tetap memanfaatkan Facebook,” jelas Schrems. Itulah nilai terbesar yang diberikan pengguna kepada Facebook. Dalam hal jumlah memang tidak mengesankan, “Namun, masing-masing memiliki nilai sendiri-sendiri. Tergantung seberapa banyak orang yang melihat konten Anda, apakah Anda tinggal di Jerman atau Bangladesh.“ Ia sendiri hanya melihat data pribadi sebagai produk samping, “Mereka tidak mengumpulkan data-data untuk memperoleh uang, melainkan untuk mengoptimalkan sistem iklan.“ Masalahnya lebih kompleks karena Facebook ingin menjadi pusat pencatatan. Mereka sebisa mungkin merekam apa saja yang dilakukan penggunanya.

“Cara ini memang bisa bertujuan untuk iklan, namun juga dapat dimanfaatkan untuk analisis kredit atau bahkan surveillance.“ Bagi Schrems, masalah mendasarnya adalah pengguna tidak dilibatkan. Facebook dan perusahaan iklan menambahkan perhatian dan komitmen pengguna. Pengguna juga dituntut untuk bertanggung jawab terhadap data-data mereka. Ini tampak dari banyaknya setting privasi yang tidak transparan. Sangat baik kalau orang dapat menggunakan Facebook tanpa harus khawatir dengan penyalahgunaan data.

Ini tuntutan minimal. Namun orang juga dapat melihat bahwa pengguna bukan orang yang mendapat manfaat, melainkan komponen penting dari model bisnis tersebut. Hanya komitmen dan perhatian dalam jaringan sosial media yang dapat menarik pengiklan. Dengan demikian wajar saja jika harga saham Facebook naik dan Mark Zuckerberg pun bertambah kaya. Sudah waktunya pengguna mempertimbangkan kembali perannya dalam sistem Facebook dan menuntut hak untuk bersuara. Selama ini mereka diabaikan dalam model bisnis Facebook.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *