Category Archives: Parenting

Pregnancy by Design

Pregnancy by Design – Ketidaksiapan dapat memengaruhi kehamilan! Ini berlaku untuk Papa dan Mama. Keluhan seperti, “Kenapa sih tiap pagi aku mual?” atau, “Kenapa, sih, Mama jadi gampang marah sama Papa?” bisa berarti tanda ketidaksiapan. Pengaruh yang paling kecil, secara tidak sadar ketenangan dan kenyamanan Mama akan terganggu. Ceritanya akan lain jika selama kehamilan, Mama selalu menikmatinya dan Papa bijak menghadapi Mama. Bagaimanapun, kehamilan terjadi lantaran ada kontribusi dari kedua belah pihak, yaitu Mama dan Papa. Itulah mengapa pregnancy by design atau PbD mengharuskan Papa terlibat sejak awal. Sejak merencanakan punya anak sampai kelahiran dan proses menyusuinya, keterlibatan Papa sangat dibutuhkan. Mama dan Papa juga harus memiliki kesepakatan, bahwa akan menjalani semuanya bersama-sama dengan peran masing-masing yang saling melengkapi.

Sejatinya, segala sesuatu yang direncanakan dengan matang dan dijalankan dengan konsisten akan membuahkan hasil seperti yang diharapkan. Tentu, kita tak boleh melupakan campur tangan Sang Pencipta, karena selalu ada faktor penentu yang berada di luar kendali kita. Yang dapat kita lakukan adalah mendesain kehamilan dengan cara sebaikbaiknya agar lahir buah hati yang sehat dan cerdas!

Prinka Cassy Pertiwi – SEWA FREEZER DEMI ASI

Prinka Cassy Pertiwi – SEWA FREEZER DEMI ASI – Model berwajah campuran Belanda Sunda ini tidak menyangka bisa memproduksi ASI secara berlimpah. Awalnya, ibu 22 tahun ini harus menggunakan alat penyambung puting untuk menyusui buah hatinya, Biru Aqila Singedekane (11 bulan). Ditambah lagi, Biru tidak langsung terampil mengisap ASI. Namun, setelah masa itu terlewati, produksi ASI–nya berlimpah. “Saya sampai sewa freezer khusus menyimpan ASI. Sampai sekarang, Biru masih ASI eksklusif,” papar Prinka bangga di rumahnya yang asri di wilayah Pondok Cabe, Tangerang. Prinka bersyukur bisa memberikan ASI eksklusif karena menurutnya, ada banyak manfaat yang diperoleh. Pertama, menyusui dapat menjadi media kedekatan dengan Biru.

Baca Juga : Kursus SAT Jakarta

Kedua, daya tahan tubuh Biru sangat baik. “Kalaupun sakit, hanya batuk pilek dan obatnya cukup diberikan ASI lebih banyak, biasanya akan segera sembuh. Bahkan ketika panas pun, saya biasanya cukup dengan lebih banyak memberikan ASI sudah dapat teratasi.” Ketiga, praktis dan hemat. Ketika tengah malam menangis, Prinka dapat langsung memberikan minuman kepada Biru. Tak perlu waktu banyak untuk memberikan susu kepada Biru. Prinka juga melakukan beberapa pengamatan seputar produksi ASI. Khusus pada dirinya, produksi ASI berkurang ketika ia terlalu lelah atau sedang stres. “Makanan tidak terlalu berpengaruh. Kalau pada sebagian orang harus makan dan minum yang cukup banyak, saya tidak,” ungkap istri dari Dana Anugrah Ra iansyah (33) ini. Selain itu, Prinka mengaku hanya dibantu vitamin dari dokter

Sumber : westwoodprep.com/id/

Obesias Dab Diabetes Picu Autisme Dan Cacat Intelektual Bag4

Pemicu lainnya adalah kadar gula darah tinggi akibat sering mengonsumsi makanan atau minuman manis; riwayat keluarga diabetes (jika orangtua atau saudara kandung memiliki diabetes); sebelumnya pernah melahirkan bayi lebih dari 4 kg; riwayat melahirkan bayi lahir mati; memiliki terlalu banyak cairan ketuban (suatu kondisi yang disebut polihidramnion); serta termasuk anggota kelompok etnis risiko tinggi (Hispanik, Black, penduduk asli Amerika, atau Asia).

Baca juga : kursus ielts di jakarta

Untuk mengurangi risiko yang dapat timbul akibat diabetes, langkah penting yang dapat Mama lakukan adalah menjaga kadar gula darah. Caranya, lakukan pola makan sesuai kondisi kesehatan sekarang serta batasi konsumsi gula sesuai rekomendasi Kementerian Kesehatan RI, yaitu 50 g per hari atau sekitar 4 sendok makan. Sedangkan mamil yang mengalami diabetes, wajib melakukan kontrol rutin ke dokter spesialis obgin dan dokter spesialis penyakit dalam, termasuk bertanya pada ahli gizi mengenai menu makan harian yang dianjurkan.

Jika Mama mengalami obesitas, lakukan kontrol rutin ke dokter kandungan demi mengevaluasi kondisi berat badan dan skrining pada janin. Hal ini penting, demi mengetahui adakah kemungkinan terjadinya kelainan bawaan pada janin. Obesitas dan diabetes pada mama hamil dapat memicu autisme pada anak. Kondisi obesitas dapat mengganggu penyerapan asam folat oleh tubuh Mama. “Selama hamil, suami tidak pernah absen memberikan dukungan dalam segala hal. Saya tetap bekerja seperti biasa meskipun sedang hamil besar. oleh sebab itu, suami selalu mengantarkan serta menjemput saya ke kantor. Saat jam makan siang, suami juga rajin mengirimkan paket makanan sehat yang dipesan melalui aplikasi penyedia makanan sehat. pokoknya, full service, deh.” Resha lucyana antar jemput setiap hari.

“peran suami tercinta selama kehamilan sungguh bukan main. Selain memberikan perhatian yang luar biasa, suami selalu mengajak ngobrol anak dalam kandungan, termasuk membacakan ayat suci alquran agar bayi selalu tenang. Dia juga suka mengingatkan saya untuk minum vitamin, makan makanan yang bernutrisi, banyak beristirahat dan anjuran lainnya. yang paling penting suami rela mendengarkan semua keluhan saya ketika merasa lelah, pusing dan lainnya. pokoknya suami saya the best. “ lusi hermamawati (8 bulan) suami pengingat paling oke.

Sumber : https://westwoodprep.com/id/

Terpenting adalah Upaya bagi Naufal Bag3

Kami berharap, Naufal bisa bertemu banyak orang, bergaul, dengan begitu kemampuan berkomunikasinya ikut terstimulasi. Terbukti, saat ini ia tidak takut lagi atau enggan bertemu anak-anak sebayanya. Biasanya, jika ada temannya yang datang ke rumah, ia akan keluar rumah.

Baca juga : ausbildung jerman

Sekarang, ia tetap berada di dalam rumah seolah tak sungkan berada di tengah teman-temannya. Hanya, saat ini kemampuan bicara Naufal sangat rendah. Ia sulit sekali bicara. Kalau meng inginkan sesuatu, ia hanya menarik tubuh kami, lalu menunjuk apa yang diinginkannya. Saya ingin sekali memberikan terapi wicara. Namun, kata terapisnya, kemam puan fokusnya harus diperbaiki dahulu, baru setelah itu melakukan terapi wicara. Tapi biar bagaimanapun, saya bersyukur atas perkembangan Naufal selama ini meski harus terus dikembangkan.

Mengenai penyebab autisme yang dialami Naufal, pernah saya tanyakan ke dokter kandungan sewaktu hamil anak kedua. Menurutnya, air ketuban saya yang sudah hampir kering kala jelang persalinan bisa ikut memengaruhi. Waktu itu, saya sempat menginap semalam di rumah sakit, tetapi karena baru pem bukaan satu, akhirnya saya pulang. Namun siangnya, ternyata ketuban pecah. Karena khawatir, kami pilih rumah sakit yang dekat rumah saja.

Sayangnya, penanganan agak lambat, malamnya baru dilakukan operasi sesar setelah pembukaan tak kunjung bertambah, padahal air ketuban sudah hampir kering. Selain itu, waktu hamil Naufal, di usia kehamilan dua bulan, saya dirawat di rumah sakit karena stres berat sampai tidak mau makan. Maklumlah, waktu itu saya hamil pertama di usia yang masih cukup muda, 21 tahun. Tapi, apa pun penyebabnya, yang penting sekarang adalah bagaimana mengupayakan per baikan bagi Naufal.

Prebiotik Bantu Perbaiki Selera Makan

Pemberian minuman mengandung prebiotik sebelum makan ternyata dapat mendorong anak untuk memiliki kebiasaaan makan yang baik, demikian menurut studi dari University of Calgary. Konsumsi serat prebiotik dapat membantu menurunkan asupan energi serta berat badan pada anak-anak. Strategi ini dinilai oleh peneliti dapat membantu dalam menangani obesitas pada anak. Namun, yang tetap tak boleh terlupakan adalah memperkenalkan anak-anak pada berbagai jenis makanan sehat serta mengedukasi mereka tentang pentingnya memiliki pola makan sehat.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

 

Cacingan Bikin IQ Turun Bag3

Penting memerhatikan kebersihan kuku anak. Membersihkan dan memotong kuku secara teratur harus dilakukan untuk mencegah cacingan. Anak juga disarankan minum obat cacing yang direkomendasikan dokter secara rutin tiap 6 bulan.

Baca juga : Kerja di Jerman

Obat cacing dapat diberikan mulai anak usia dua tahun, karena biasa nya mereka sudah main keluar, bermain tanah, atau bermain kotor-kotoran lainnya. Berikut “Gerakan 3 J” untuk pencegahan: ¦ Jaga kebersihan diri. * Pastikan selalu mencuci tangan dengan air bersih mengalir dan gunakan sabun sebelum dan setelah makan, serta setiap habis dari toilet. * Jagalah selalu kuku jari untuk selalu bersih dan terawat. * Hindari kebiasaan menggigit kuku atau menggaruk bagian anus, terutama untuk infeksi ca cing kremi. * Biasakan selalu mandi di pagi hari, terlebih apabila mengalami infeksi cacing kremi.

Jaga kebersihan makanan. * Cuci bahan makanan dengan air bersih yang mengalir dan masak hingga matang. * Jagalah kebersihan makanan yang dikonsumsi. * Biasakan untuk selalu mengonsumsi daging yang telah dimasak dengan sempurna. ¦ Jaga kebersihan lingkungan. Jaga kebersihan rumah dan lingkungan. Misal, biasakan membuka jendela kamar sepanjang hari, karena telur cacing sensitif terhadap sinar matahari, terutama untuk cacing kremi. Mari bebaskan anak-anak dari bahaya penyakit cacingan yang mengancam.

LIHAT CARANYA MASUK: Ada beberapa cara cacing masuk ke dalam tubuh seseorang, yaitu: 1. Menembus telapak tangan atau kaki. Umumnya, anak-anak “bertelanjang” tangan dan kaki ketika mengeskplorasi lingkungannya. Ma salahnya, larva cacing tambang yang sangat kecil dapat masuk menembus telapak tangan dan kaki. 2. Tertular karena sentuhan. Anak yang terinfeksi cacingan dapat menularkan atau memindahkan larva cacing dari tubuhnya ke pada anak lain melalui sentuhan. 3. Jajanan. Jajanan berisiko mengandung larva cacing karena terbawa angin dan hinggap di jajanan tersebut. 4. Tangan dan kuku yang kotor. Ingat selalu ya Ma, kalau tangan yang kotor serta kuku yang panjang dapat menjadi media ma suknya cacing ke dalam tubuh.

Sumber : https://maxfieldreview.com/

Banyak Cara Rayakan Kehamilan Bag3

Masyarakat di sana menyakini mengonsumsi kepiting atau lobster saat hamil akan membuat anak yang lahir menjadi seorang pencuri. Saya juga enggak boleh duduk menyilangkan kaki, karena bisa membuat si calon bayi sesak napas. Menghadiri pemakaman juga dilarang. Ini terkait kepercayaan bahwa roh yang meninggal bisa mengambil jiwa janin.

Baca juga : Kerja di Jerman

Bila terpaksa menghadiri pemakaman, disarankan memakai pakain serba hitam. Saya juga diminta membersihkan toilet sesering mungkin, karena dipercayai dapat membuat bayi yang lahir menjadi tampak sehat dan baik.” Juliana melakukan semua ini demi menjaga hubungan baik dengan mertua. “Lagi pula di Jepang semua dikerjakan sendiri termasuk membersihkan toilet,” sambung Juliana terbahak. Kalau di Barat, khususnya di Amerika dan Eropa, tradisi merayakan kehamilan yang sering dilakukan adalah baby shower.

Acara ini hampir sama dengan acara syukuran di Indonesia, seperti “tujuh bulanan”, bedanya di acara baby shower, para tamu biasanya membawa hadiah berupa peralatan bayi. Acara ini juga tidak diadakan oleh si ibu yang hamil, melainkan teman-temannya. Para teman boleh berdiskusi dengan si calon ibu demi menentukan siapa yang ingin diundang sekaligus hadiah apa yang paling diperlukan. Nirma Anderson, yang sudah empat tahun menetap di New York karena bekerja untuk PBB, pernah menikmati upacara baby shower.

“Dari tanggal, tempat acara, sebar undangan, sampai makanan dan dekorasi teman-teman yang pilih. Saya hanya diminta menyiapkan list hadiah yang diinginkan. Ha ha ha… karena ini di luar negeri, mereka cenderung suka blak-blakan, hadiah yang saya inginkan tidak boleh melebihi 200 dollar. Tapi udah senang banget boleh milih apa yang dibutuhkan. Akhirnya yang datang sebelas orang. Rasanya seru.

Berhubung sudah ketahuan anakku perempuan, jadi hadiahnya kebanyakan warna pink atau merah.” Karena apartemennya cukup luas, Nirma meminta acara ini diadakan di rumahnya. Dalam tradisi baby shower, tamu yang pulang akan mendapat goodie bag dari si ibu hamil sebagai tanda terima kasih karena sudah hadir. Nirma memilih saputangan batik yang dibawanya dari Indonesia, cup cakes, dan pemulas bibir.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Pindah Dokter, Benarkah Sulit? Bag2

Kalau memang ada kekurangan dokter yang Mama rasakan, kejujuran Mama akan menjadi masukan berharga bagi dokter itu. Sampaikan dengan bahasa yang baik dan sopan, agar semuanya berjalan lancar dan nyaman bagi kedua belah pihak. Jangan lupa, pastikan dokter yang baru bisa dan mau menerima Mama. Jika dokter baru menolak, kecuali Mama dalam keadaan darurat, ya, Mama wajib menerima keputusan beliau. Bisa jadi, dokter tersebut memang membatasi jumlah pasien demi bisa memberikan pelayanan yang terbaik.

Baca juga : toefl ibt jakarta

BOKS: UU HAK KONSUMEN Seperti dikutip dari situs hukumonline, dalam pasal 4 poin b UU No. 8/1999, hakhak konsumen, yaitu: hak untuk memilih barang dan/atau jasa serta mendapatkan barang dan/atau jasa tersebut sesuai dengan nilai tukar dan kondisi serta jaminan yang dijanjikan. Selain itu, dalam Pasal 32 UU No. 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit khususnya pada butir g yang berbunyi: memilih dokter dan kelas perawatan sesuai dengan keinginannya dan peraturan yang berlaku di Rumah Sakit; dan butir h yang berbunyi: meminta konsultasi tentang penyakit yang dideritanya kepada dokter lain yang mempunyai Surat Izin Praktik (SIP) baik di dalam maupun di luar Rumah Sakit. Hal ini ditegaskan lagi dalam UU No. 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran pasal 52 terutama butir b yang isinya adalah: pasien berhak meminta pendapat dokter lain.

TENTANG REKAM MEDIS Sekarang, bagaimana dengan rekam atau catatan medis? Aturan mengenai rekam medis dapat kita jumpai dalam Pasal 46 Ayat 1 UU Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran yang berbunyi: setiap dokter atau dokter gigi dalam menjalankan praktik kedokteran wajib membuat rekam medis. Arti rekam medis itu sendiri adalah berkas yang berisikan catatan dan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan, dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. Nah, hak Mama sebagai pasien atas isi rekam medis ada dalam Pasal 47 UU Praktik Kedokteran. Dalam ayat 1 diatur bahwa dokumen rekam medis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 46 merupakan milik dokter, dokter gigi, atau sarana pelayanan kesehatan, sedangkan isi rekam medis merupakan milik pasien.

Sumber : https://pascal-edu.com/

Fakta Tentang Minuman Bersoda

Tahukah Mama, soft drink dikonsumsi sama seringnya dengan sirop dan makanan ringan, bahkan jauh lebih sering dibanding es krim. Konsumsi minuman bersoda pada hampir se- luruh negara di dunia dinyatakan melonjak secara signifi kan. Hal ini diungkap dalam situs BBC/Healthnews.com. Sedangkan survei di Amerika Serikat mengungkap, kenaikan konsumsi soft drink dari 28 galon per kapita/tahun pada 2006 menjadi 55,9 galon per kapita/tahun pada 2010.

Baca juga : Tes Toefl Jakarta

Bahkan konsumsi soft drink di negeri Paman Sam ini untuk tahun 2013 mencapai angka 1,2 milyar liter. Wow! Bagaimana di Indonesia? Setali tiga uang. Kuantitas konsumsi soft drink terus terdongkrak. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah perusahaan soft drink, nilai produksi dan volume produksi soft drink di Indonesia mengalami peningkatan. Pada 1999 saja terdapat 279 industri yang berkecimpung dalam bidang industri soft drink. Kemudian, survei LPEM UI menyebutkan, 40% dari konsumen mingguan soft drink ialah mereka pelajar (4–18 tahun), mahasiswa, karyawan dan pensiunan.

Soft drink dikonsumsi sama seringnya dengan minuman sirop dan makanan ringan, bahkan jauh lebih sering dibanding es krim. Ya, tak bisa dimungkiri, banyak anak suka minum soft drink. Rasanya sungguh nikmat, menyegarkan dan terkadang ada diselipi dengan rasa manis dan asam. Padahal, kandungan di dalamnya semata-mata hanya kalori, soda, dan kafein. Nah, biasanya soda ini diperkaya dengan karbondioksida yang menimbulkan busa. Di sisi lain, minuman yang pertama kali “ditemukan” di Amerika Serikat pada 1830 ini juga mengandung bahan pengawet.

KEGEMUKAN DAN DAMPAK MASA DEPAN Seperti dilansir Newsmaxhealth, para peneliti di Westmead Millennium Institute for Medical Research, University of Sydney Australia, mendapati bahwa anakanak yang minum satu atau lebih minuman bersodasetiap hari mengalami penyempitan arteri (pembuluh darah) di bagian belakang mata (retina), selain juga peningkatan risiko penyakit kardiovaskuler (jantung dan tekanan darah tinggi) di masa depan. Riset tersebut melibatkan sekitar 2.000 anak berusia 6–12 tahun. “Penelitian ini merupakan sepotong kecil bukti yang memperlihatkan bahwa minuman bersoda sebenarnya tidak ada efek baik untuk anak-anak,” ujar Bamini Gopinath yang merupakan juru bicara universitas tersebut.

Sumber : https://pascal-edu.com/

Saatnya Mengejan untuk Mama Melahirkan Bag2

Saat Tepat Mengejan

Lalu kapan saat tepat untuk mengejan? Proses mengejan dilakukan saat tenaga medis sudah memeriksa Mama dan mengatakan pembukaan lengkap (untuk dapat memenuhi syarat bisa dilalui bayi, pemeukaan jalan lakirbkarus 10 cm), serta bagian terbawah janin sudah di dasar panggul. Saat itulah Mama akan diinstruksikan untuk mengejan. Jika belum mendapat bimbingan untuk mengejan dari bidan dan dokter, mohon tidak mengejan dahulu, ya, Ma.

Baca juga : Beasiswa s2 Jerman

Pasalnya, mengejan yang dilakukan sebelum diintruksikan atau sebelum pembukaan 10, akan membuat Mama kelelahan. Alhasil, Mama tak dapat mengejan dengan baik ketika tiba saatnya harus mengejan. Bahkan, mengejan bisa menimbulkan pembengkakan/edema pada mulut rahim bila dilakukan pada waktu pembukaan belum lengkap. Jadi, bila terasa ada dorongan untuk mengejan, tetapi pembukaan jalan lahir belum memenuhi syarat untuk mengejan, seeisa mungkin kurangi refleks mengejan tersebut, ya, Ma.

Caranya dengan melatih relaksasi otot-otot tubuh dengan menarik napas panjang melalui hidung dan mengembuskannya perlahan–lahan melalui mulut. Hal ini juga bisa membantu dalam mengalihkan perhatian terhadap rasa nyeri. Selanjutnya, bila pembukaan sudah lengkap dan dokter pun sudah menginstruksikan untuk mengejan, barulah Mama boleh mengejan, ya. Satu, dua, tiga…!

Syarat-Syarat Kesiapan Mengejan:

Pastikan pembukaan sudah lengkap dan janin sudah ada di dasar panggul. Pastikan Mama sudah mendapatkan kalori yang cukup agar kuat mengejan. Ruangan yang nyaman privasi terjaga. Persalinan ditemani suami atau orang terdekat mama untuk memberikan semangat.

Cara Mengejan Yang Benar

Persiapkan posisi yang benar, yaitu setengah duduk. Posisi ini membantu Mama lebih nyaman sehingga dapat mengejan dengan baik. Saat kontraksi sudah ada di puncaknya, tarik kaki sejauh mungkin ke arah dada bersama posisi siku berada di lipat paha. Mulailah mengejan saat diperintahkan oleh dokter/tenaga medis.

Buka mata mama, lihat ke arah perut. Tarik napas dalam, dan tahan sambil mengatupkan gigi, tapi mulut masih sedikit terbuka. Mengejanlah sekuat tenaga dan dan sepanjang mungkin jangan pendek-pendek. Saat kontraksi hilang, mama dapat beristirahat sambil mengonsumsi minuman manis agar tetap terhidrasi dan mendapatkan kalori untuk mengejan. Hindari berteriak karena hanya akan membuang energi yang ada dan Mama pun jadi kelelahan.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

 

Seribu Kegagalan dan Seribu Kesuksesan Bag2

Lain halnya dengan kisah Atas Warin (36) yang tinggal di daerah Ciputat Tangerang. Mama dari Faiqah Nuruljannah (5) dan Putri Larasati (3) ini memutuskan menjadi ibu rumah tangga secara penuh sejak anak pertamanya lahir. Dengan anak pertamanya, Faiqah, Mama Atas menjalankan perannya sebagai ibu dengan “mulus”.

“info lowongan kerja di Jerman gratis untuk SMA dengan program ausbildung di Jermansat-jakarta

Tapi setelah melahirkan anak keduanya, Laras, ia sempat terkejut karena Laras, mengalami keterlambatan bicara. Gejala keterlambatan bicara (speech delay) ini terdeteksi saat Laras berusia 18 bulan. “Ya, Allah…, kaget saya ketika dokter memberitahukan Laras mengalami keterlambatan bicara. Sebelumnya memang saya sempat curiga. Tapi tetap saja kaget ketika diberitahu dokter.

Saat itu, saya dan suami langsung introspeksi. Apa yang salah? Apa yang tak saya lakukan kepada Laras padahal dulu saya lakukan terhadap kakaknya? Di sini saya merasa sedikit frustrasi. Di sisi lain, dokter bilang Laras tak perlu terapi khusus. Sang dokter juga mengingatkan saya dan suami agar selalu berusaha berbicara dengan jelas dan perlahan (tidak terburu-buru) kepada Laras, sehingga ia mengerti setiap kata yang kami ucapkan.”

“Di rumah, saya mengganti bahasa pengantar acara TV dengan bahasa Indonesia. Saya pun membiarkan kedua anak saya bercerita apa saja dan memaksa mereka bicara jelas walaupun kami sudah mengerti apa yang mereka inginkan. Sistemnya, mereka tidak akan mendapatkan sesuatu hanya dengan menunjukkan jari atau dengan merengek. Misal, mereka menginginkan susu. Mereka harus menyebutkan kata susu.

Kalau tidak ingat, saya bantu ingatkan kata tersebut dan mereka harus mengulanginya lagi. Tiap malam, saya selalu membisikkan bahwa mereka adalah anak-anak yang hebat, pintar, dan pemberani. Setiap mereka selesai mengerjakan sesuatu, baik atas permintaan kami atau inisiatif mereka, kami selalu bilang ‘yeaay… good job’. Kami pun selalu katakan bahwa tidak ada hal yang sulit, tidak ada hal yang tak mungkin bisa dikerjakan.

Cara dan sistem yang kami terapkan ini sangat membantu perasaan sedih saya sebagai seorang ibu. Sudah pasti memang butuh kesabaran ekstra. Sekarang saya dan suami bersyukur, hingga Laras berusia 3 tahun, ia sudah semakin cerewet dan berani mengungkapkan apa yang dirasakan dan apa yang ingin diketahuinya.” Kegalauan sebagai mama diceritakan kembali oleh Afizah, Mama dari Fikri. Dari usia 15 bulan Fikri dititipkan di sebuah daycare.