Category Archives: Parenting

Banyak Cara Rayakan Kehamilan Bag3

Masyarakat di sana menyakini mengonsumsi kepiting atau lobster saat hamil akan membuat anak yang lahir menjadi seorang pencuri. Saya juga enggak boleh duduk menyilangkan kaki, karena bisa membuat si calon bayi sesak napas. Menghadiri pemakaman juga dilarang. Ini terkait kepercayaan bahwa roh yang meninggal bisa mengambil jiwa janin.

Baca juga : Kerja di Jerman

Bila terpaksa menghadiri pemakaman, disarankan memakai pakain serba hitam. Saya juga diminta membersihkan toilet sesering mungkin, karena dipercayai dapat membuat bayi yang lahir menjadi tampak sehat dan baik.” Juliana melakukan semua ini demi menjaga hubungan baik dengan mertua. “Lagi pula di Jepang semua dikerjakan sendiri termasuk membersihkan toilet,” sambung Juliana terbahak. Kalau di Barat, khususnya di Amerika dan Eropa, tradisi merayakan kehamilan yang sering dilakukan adalah baby shower.

Acara ini hampir sama dengan acara syukuran di Indonesia, seperti “tujuh bulanan”, bedanya di acara baby shower, para tamu biasanya membawa hadiah berupa peralatan bayi. Acara ini juga tidak diadakan oleh si ibu yang hamil, melainkan teman-temannya. Para teman boleh berdiskusi dengan si calon ibu demi menentukan siapa yang ingin diundang sekaligus hadiah apa yang paling diperlukan. Nirma Anderson, yang sudah empat tahun menetap di New York karena bekerja untuk PBB, pernah menikmati upacara baby shower.

“Dari tanggal, tempat acara, sebar undangan, sampai makanan dan dekorasi teman-teman yang pilih. Saya hanya diminta menyiapkan list hadiah yang diinginkan. Ha ha ha… karena ini di luar negeri, mereka cenderung suka blak-blakan, hadiah yang saya inginkan tidak boleh melebihi 200 dollar. Tapi udah senang banget boleh milih apa yang dibutuhkan. Akhirnya yang datang sebelas orang. Rasanya seru.

Berhubung sudah ketahuan anakku perempuan, jadi hadiahnya kebanyakan warna pink atau merah.” Karena apartemennya cukup luas, Nirma meminta acara ini diadakan di rumahnya. Dalam tradisi baby shower, tamu yang pulang akan mendapat goodie bag dari si ibu hamil sebagai tanda terima kasih karena sudah hadir. Nirma memilih saputangan batik yang dibawanya dari Indonesia, cup cakes, dan pemulas bibir.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Pindah Dokter, Benarkah Sulit? Bag2

Kalau memang ada kekurangan dokter yang Mama rasakan, kejujuran Mama akan menjadi masukan berharga bagi dokter itu. Sampaikan dengan bahasa yang baik dan sopan, agar semuanya berjalan lancar dan nyaman bagi kedua belah pihak. Jangan lupa, pastikan dokter yang baru bisa dan mau menerima Mama. Jika dokter baru menolak, kecuali Mama dalam keadaan darurat, ya, Mama wajib menerima keputusan beliau. Bisa jadi, dokter tersebut memang membatasi jumlah pasien demi bisa memberikan pelayanan yang terbaik.

Baca juga : toefl ibt jakarta

BOKS: UU HAK KONSUMEN Seperti dikutip dari situs hukumonline, dalam pasal 4 poin b UU No. 8/1999, hakhak konsumen, yaitu: hak untuk memilih barang dan/atau jasa serta mendapatkan barang dan/atau jasa tersebut sesuai dengan nilai tukar dan kondisi serta jaminan yang dijanjikan. Selain itu, dalam Pasal 32 UU No. 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit khususnya pada butir g yang berbunyi: memilih dokter dan kelas perawatan sesuai dengan keinginannya dan peraturan yang berlaku di Rumah Sakit; dan butir h yang berbunyi: meminta konsultasi tentang penyakit yang dideritanya kepada dokter lain yang mempunyai Surat Izin Praktik (SIP) baik di dalam maupun di luar Rumah Sakit. Hal ini ditegaskan lagi dalam UU No. 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran pasal 52 terutama butir b yang isinya adalah: pasien berhak meminta pendapat dokter lain.

TENTANG REKAM MEDIS Sekarang, bagaimana dengan rekam atau catatan medis? Aturan mengenai rekam medis dapat kita jumpai dalam Pasal 46 Ayat 1 UU Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran yang berbunyi: setiap dokter atau dokter gigi dalam menjalankan praktik kedokteran wajib membuat rekam medis. Arti rekam medis itu sendiri adalah berkas yang berisikan catatan dan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan, dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. Nah, hak Mama sebagai pasien atas isi rekam medis ada dalam Pasal 47 UU Praktik Kedokteran. Dalam ayat 1 diatur bahwa dokumen rekam medis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 46 merupakan milik dokter, dokter gigi, atau sarana pelayanan kesehatan, sedangkan isi rekam medis merupakan milik pasien.

Sumber : https://pascal-edu.com/

Fakta Tentang Minuman Bersoda

Tahukah Mama, soft drink dikonsumsi sama seringnya dengan sirop dan makanan ringan, bahkan jauh lebih sering dibanding es krim. Konsumsi minuman bersoda pada hampir se- luruh negara di dunia dinyatakan melonjak secara signifi kan. Hal ini diungkap dalam situs BBC/Healthnews.com. Sedangkan survei di Amerika Serikat mengungkap, kenaikan konsumsi soft drink dari 28 galon per kapita/tahun pada 2006 menjadi 55,9 galon per kapita/tahun pada 2010.

Baca juga : Tes Toefl Jakarta

Bahkan konsumsi soft drink di negeri Paman Sam ini untuk tahun 2013 mencapai angka 1,2 milyar liter. Wow! Bagaimana di Indonesia? Setali tiga uang. Kuantitas konsumsi soft drink terus terdongkrak. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah perusahaan soft drink, nilai produksi dan volume produksi soft drink di Indonesia mengalami peningkatan. Pada 1999 saja terdapat 279 industri yang berkecimpung dalam bidang industri soft drink. Kemudian, survei LPEM UI menyebutkan, 40% dari konsumen mingguan soft drink ialah mereka pelajar (4–18 tahun), mahasiswa, karyawan dan pensiunan.

Soft drink dikonsumsi sama seringnya dengan minuman sirop dan makanan ringan, bahkan jauh lebih sering dibanding es krim. Ya, tak bisa dimungkiri, banyak anak suka minum soft drink. Rasanya sungguh nikmat, menyegarkan dan terkadang ada diselipi dengan rasa manis dan asam. Padahal, kandungan di dalamnya semata-mata hanya kalori, soda, dan kafein. Nah, biasanya soda ini diperkaya dengan karbondioksida yang menimbulkan busa. Di sisi lain, minuman yang pertama kali “ditemukan” di Amerika Serikat pada 1830 ini juga mengandung bahan pengawet.

KEGEMUKAN DAN DAMPAK MASA DEPAN Seperti dilansir Newsmaxhealth, para peneliti di Westmead Millennium Institute for Medical Research, University of Sydney Australia, mendapati bahwa anakanak yang minum satu atau lebih minuman bersodasetiap hari mengalami penyempitan arteri (pembuluh darah) di bagian belakang mata (retina), selain juga peningkatan risiko penyakit kardiovaskuler (jantung dan tekanan darah tinggi) di masa depan. Riset tersebut melibatkan sekitar 2.000 anak berusia 6–12 tahun. “Penelitian ini merupakan sepotong kecil bukti yang memperlihatkan bahwa minuman bersoda sebenarnya tidak ada efek baik untuk anak-anak,” ujar Bamini Gopinath yang merupakan juru bicara universitas tersebut.

Sumber : https://pascal-edu.com/

Saatnya Mengejan untuk Mama Melahirkan Bag2

Saat Tepat Mengejan

Lalu kapan saat tepat untuk mengejan? Proses mengejan dilakukan saat tenaga medis sudah memeriksa Mama dan mengatakan pembukaan lengkap (untuk dapat memenuhi syarat bisa dilalui bayi, pemeukaan jalan lakirbkarus 10 cm), serta bagian terbawah janin sudah di dasar panggul. Saat itulah Mama akan diinstruksikan untuk mengejan. Jika belum mendapat bimbingan untuk mengejan dari bidan dan dokter, mohon tidak mengejan dahulu, ya, Ma.

Baca juga : Beasiswa s2 Jerman

Pasalnya, mengejan yang dilakukan sebelum diintruksikan atau sebelum pembukaan 10, akan membuat Mama kelelahan. Alhasil, Mama tak dapat mengejan dengan baik ketika tiba saatnya harus mengejan. Bahkan, mengejan bisa menimbulkan pembengkakan/edema pada mulut rahim bila dilakukan pada waktu pembukaan belum lengkap. Jadi, bila terasa ada dorongan untuk mengejan, tetapi pembukaan jalan lahir belum memenuhi syarat untuk mengejan, seeisa mungkin kurangi refleks mengejan tersebut, ya, Ma.

Caranya dengan melatih relaksasi otot-otot tubuh dengan menarik napas panjang melalui hidung dan mengembuskannya perlahan–lahan melalui mulut. Hal ini juga bisa membantu dalam mengalihkan perhatian terhadap rasa nyeri. Selanjutnya, bila pembukaan sudah lengkap dan dokter pun sudah menginstruksikan untuk mengejan, barulah Mama boleh mengejan, ya. Satu, dua, tiga…!

Syarat-Syarat Kesiapan Mengejan:

Pastikan pembukaan sudah lengkap dan janin sudah ada di dasar panggul. Pastikan Mama sudah mendapatkan kalori yang cukup agar kuat mengejan. Ruangan yang nyaman privasi terjaga. Persalinan ditemani suami atau orang terdekat mama untuk memberikan semangat.

Cara Mengejan Yang Benar

Persiapkan posisi yang benar, yaitu setengah duduk. Posisi ini membantu Mama lebih nyaman sehingga dapat mengejan dengan baik. Saat kontraksi sudah ada di puncaknya, tarik kaki sejauh mungkin ke arah dada bersama posisi siku berada di lipat paha. Mulailah mengejan saat diperintahkan oleh dokter/tenaga medis.

Buka mata mama, lihat ke arah perut. Tarik napas dalam, dan tahan sambil mengatupkan gigi, tapi mulut masih sedikit terbuka. Mengejanlah sekuat tenaga dan dan sepanjang mungkin jangan pendek-pendek. Saat kontraksi hilang, mama dapat beristirahat sambil mengonsumsi minuman manis agar tetap terhidrasi dan mendapatkan kalori untuk mengejan. Hindari berteriak karena hanya akan membuang energi yang ada dan Mama pun jadi kelelahan.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

 

Seribu Kegagalan dan Seribu Kesuksesan Bag2

Lain halnya dengan kisah Atas Warin (36) yang tinggal di daerah Ciputat Tangerang. Mama dari Faiqah Nuruljannah (5) dan Putri Larasati (3) ini memutuskan menjadi ibu rumah tangga secara penuh sejak anak pertamanya lahir. Dengan anak pertamanya, Faiqah, Mama Atas menjalankan perannya sebagai ibu dengan “mulus”.

“info lowongan kerja di Jerman gratis untuk SMA dengan program ausbildung di Jermansat-jakarta

Tapi setelah melahirkan anak keduanya, Laras, ia sempat terkejut karena Laras, mengalami keterlambatan bicara. Gejala keterlambatan bicara (speech delay) ini terdeteksi saat Laras berusia 18 bulan. “Ya, Allah…, kaget saya ketika dokter memberitahukan Laras mengalami keterlambatan bicara. Sebelumnya memang saya sempat curiga. Tapi tetap saja kaget ketika diberitahu dokter.

Saat itu, saya dan suami langsung introspeksi. Apa yang salah? Apa yang tak saya lakukan kepada Laras padahal dulu saya lakukan terhadap kakaknya? Di sini saya merasa sedikit frustrasi. Di sisi lain, dokter bilang Laras tak perlu terapi khusus. Sang dokter juga mengingatkan saya dan suami agar selalu berusaha berbicara dengan jelas dan perlahan (tidak terburu-buru) kepada Laras, sehingga ia mengerti setiap kata yang kami ucapkan.”

“Di rumah, saya mengganti bahasa pengantar acara TV dengan bahasa Indonesia. Saya pun membiarkan kedua anak saya bercerita apa saja dan memaksa mereka bicara jelas walaupun kami sudah mengerti apa yang mereka inginkan. Sistemnya, mereka tidak akan mendapatkan sesuatu hanya dengan menunjukkan jari atau dengan merengek. Misal, mereka menginginkan susu. Mereka harus menyebutkan kata susu.

Kalau tidak ingat, saya bantu ingatkan kata tersebut dan mereka harus mengulanginya lagi. Tiap malam, saya selalu membisikkan bahwa mereka adalah anak-anak yang hebat, pintar, dan pemberani. Setiap mereka selesai mengerjakan sesuatu, baik atas permintaan kami atau inisiatif mereka, kami selalu bilang ‘yeaay… good job’. Kami pun selalu katakan bahwa tidak ada hal yang sulit, tidak ada hal yang tak mungkin bisa dikerjakan.

Cara dan sistem yang kami terapkan ini sangat membantu perasaan sedih saya sebagai seorang ibu. Sudah pasti memang butuh kesabaran ekstra. Sekarang saya dan suami bersyukur, hingga Laras berusia 3 tahun, ia sudah semakin cerewet dan berani mengungkapkan apa yang dirasakan dan apa yang ingin diketahuinya.” Kegalauan sebagai mama diceritakan kembali oleh Afizah, Mama dari Fikri. Dari usia 15 bulan Fikri dititipkan di sebuah daycare.

Seribu Kegagalan dan Seribu Kesuksesan

Tidak ada yang bisa menggantikan kebahagiaan menjadi seorang Ibu. Namun mengapa kita kadang merasa gagal? Jadi mama baru itu rasanya seperti naik jetcoster: naik, turun, naik, turun tak ada berhentinya. Capek? Ya…, jangan ditanya lagi, sudah pastilah. Namun dengan menjadi mama, seorang perempuan otomatis menjadi manusia yang “kaya”.

“Info tempat terbaik kursus bahasa Jerman di Jakarta Selatan ” sat-jakarta.com

Kaya pengalaman, kaya sabar, kaya petualangan, kaya perasaan, kaya segala-galanya. Kita tidak pernah akan tahu apa yang berada di depan sana. Tahu-tahu, anak yang selalu kita anggap masih bayi bisa ini, bisa itu. Banyaaak banget kejutannya. Menjadi seorang mama ibaratnya sama seperti bekerja dengan ikhlas. Tak kenal henti meski itu hari libur atau tanggal merah di kalender.

Ya, menjadi ibu adalah full time job indeed! Tak disangkal lagi ibu pasti memiliki seribu momen penting dan berharga dengan kehadiran si buah hati ke dunia yang melengkapi kehidupan berkeluarga. Bisa jadi juga ibu mengalami seribu kesuksesan dan kegagalan, atau bahkan lebih selama menjalankan peran se bagai seorang mama. Penuh petualangan, perjuangan, pengorbanan dan pantang menyerah.

Semua Tak Harus Sempurna

Afi ah (33), mama dari Fikri (3) bercerita, momen kebahagiaan sebagai mama pertama kali yang dirasakan adalah ketika memastikan bahwa sang buah hati lahir dengan kondisi sehat tak kurang apa pun. Keinginan selalu memberikan yang terbaik untuk sang buah hati menjadi komitmen awalnya.

Tapi karena keterbatasan waktu dan tenaga, ternyata tidak semua peran mama itu bisa dijalankan dengan sempurna, salah satunya memberikan ASI. “Di bulan pertama sebagai ibu saya merasa frustrasi. Anak laki-laki saya menuntut ASI yang banyak. Tapi ASI saya tidak banyak. Enggak tega rasanya mendengar tangisan Fikri setiap minta ASI lagi.

Dengan perasaan sedih dan terpaksa, saya berikan ia susu formula, namun seperti saat menyusui, ia saya gendong dan dekap. Jujur, kondisi saya yang tidak dapat memberikan ASI ini membawa trauma tersendiri untuk memiliki anak kedua, Tak hanya soal ASI, ketaksempurnaan saya lainnya terkait soal waktu.

Saya adalah ibu bekerja, maka saya hanya bisa menemani dan merawat Fikri secara penuh di 3 bulan pertama saja. Dan seperti ibu-ibu bekerja lainnya, saya berusaha memberikan perawatan maksimal saat saya bersamanya, yaa… saya hanya bisa berusaha memberikan yang terbaik dengan apa yang saya miliki.”

Moms and Kids Fair

Untuk pertama kalinya, Rumah Sakit Columbia Asia Pulomas menyelenggarakan acara Moms & Kids Fair. Kegiatan ini diadakan pada Minggu (08/11), bertempat di OPD Clinics, bagian dari Rumah Sakit Columbia Asia Pulomas. Acara ini merupakan wujud terima kasih pihak rumah sakit atas kepercayaan masyarakat selama ini.

Baca juga : Kursus Bahasa Jepang di Jakarta Selatan

Selain juga untuk memperkenalkan pelayanan Rumah Sakit Columbia Asia Pulomas serta memberikan edukasi mengenai kesehatan ibu dan anak. Hal ini dirasa penting mengingat kesehatan dan perkembangan anak merupakan upaya terbesar untuk membentuk generasi bangsa yang sehat dan berprestasi. Acara ini dihadiri sekitar 100 pasang orangtua beserta bayi dan balita mereka. Aktivtias untuk orangtua dan anak sengaja dilakukan terpisah agar pe san yang ingin di sampaikan kepada Mama Papa dapat tersampaikan dengan baik.

Contoh, para mama mengikuti seminar edu kasi kesehatan perempuan oleh dokter spesialis kebidanan & kandungan dan edu kasi kesehat an anak oleh dokter spesialis anak. Orangtua juga diajak melihat area dan fasilitas yang dimiliki rumah sakit lewat aktivitas Hospital Tour. Sedangkan anakanak dapat mengikuti acara-acara seperti fashion show, lomba foto, lomba newarnai, dan lomba menyusun puzzle.

Madu Dengan Mulitivitamin Lengkap

Kini telah hadir TJ Joybee Madu Multivitamin, pertama di Indonesia dengan kombinasi madu yang alami ditambah multivitamin, LENGKAP! Dengan bahan alami seperti Madu, Sari kurma, Ekstrak Curcuma, dan Propolis, dipadukan dengan Multivitamin B Kompleks, Vitamin C, Lysine, EPA, dan DHA yang kaya akan manfaat untuk si kecil: ¦ Memperbaiki nafsu makan. ¦ Memenuhi kebutuhan nutrisi anak. ¦ Meningkatkan daya tahan tubuh anak. ¦ Membantu pertumbuhan dan perkembangan kesehatan anak. ¦ Mencegah sariawan dan panas dalam.

¦ Membantu mengoptimalkan fungsi otak. Kini tidak perlu bingung lagi memilih madu yang alami atau multivitamin yang praktis, bukan? Semua manfaat tersedia dalam satu botol TJ Joybee, nutrisi LENGKAP untuk si buah hati. Rasanya yang enak juga tentunya sangat disukai anak-anak. Lengkapi kebu tuhan nutrisi harian si kecil dengan memberikan TJ Joybee setiap hari sesuai anjuran pemakaian. TJ Joybee Madu Multivitamin tersedia di minimarket, supermarket, hypermarket, apotek, toko obat, dan toko lainnya di kota Anda.

Sumber : https://eduvita.org/

Bermain Peran Agar Cerdas Emosi

Sebagai orangtua kita pasti menginginkan anak tumbuh cerdas dan berkembang op- timal. Salah satu yang perlu menjadi titik perhatian kita adalah perkembangan emosi anak. Anak perlu memiliki keterampilan emosi yang bagus, agar ia bisa mengenali dan mengelola emosinya, serta mampu berinteraksi dengan orang di sekitarnya.

Baca juga : Beasiswa S1 Jerman Full

Metode yang bisa kita lakukan untuk mengembangkan keterampilan emosi anak adalah lewat sosiodrama atau role play. Sebetulnya istilah sosiodrama mengacu pada salah satu metode pembelajaran di PAUD, yang memungkinkan anak mendramatisasikan tingkah laku atau ungkapan gerak-gerik seseorang dalam hubungan sosial antarmanusia. Sosiodrama merupakan salah satu permainan aktif, sehingga anak harus terlibat penuh dalam permainan ini.

Dalam keseharian, istilah sosiodrama populer dengan sebutan role play atau bermain peran. Bermain peran ini memberikan kesempatan anak untuk menyelami karakter yang diperankannya dan mengembangkan pengetahuan yang ia miliki terhadap karakter tersebut. Jadi, jika kita mengenal frase “bermain sambil belajar”, maka role play merupakan salah satu cara efektif pembelajaran melalui permainan.

Bisa Dilakukan Di Rumah

Jika anak sudah bersekolah di PAUD atau TK, umumnya ada aktivitas bermain peran. Sebab, guru menyadari anak prasekolah suka sekali dengan hal-hal yang bersifat imajinatif. Bermain peran sendiri ada dua macam, yakni mikro dan makro. Bermain peran mikro atau bermain peran kecil adalah ketika anak memainkan benda-benda berukuran kecil untuk menyusun adegan tertentu.

Misal, bermain boneka yang memiliki nama dan punya teman, lalu melakoni adegan tertentu. Sementara bermain peran makro atau bermain peran besar adalah anak bermain menjadi tokoh dengan menggunakan peralatan dan bertindak seperti tokoh tersebut. Contoh, anak bermain peran sebagai seorang dokter yang memeriksa pasien, anak menjadi superhero lengkap dengan topeng dan senjata andalan.

Bermain peran juga kerap menjadi ajang ekspresi seni melalui drama pertunjukan. Umumnya, sekolah punya kegiatan pentas seni akhir tahun, yang menjadikan drama pertunjukan sebagai salah satu mata acara. Para siswa diberikan dan dilatih bermain drama dengan naskah yang menarik. Di situ anak bisa memainkan suatu peran tertentu dengan kostum dan alur cerita menarik.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Jangan Lupakan Tips Praktis Ini

¦ Saat melatih anak duduk di atas kloset atau pispot, jelaskan bahwa kloset dan pispot adalah tempat untuk BAB dan BAK. Hal ini perlu diulangi agar ia benar-benar mengingat dan memahami tujuan kegiatan ini. ¦ Sampaikan pada anak, jika sudah BAK atau BAB di kloset atau pispot, ia sudah tidak bisa lagi BAK atau BAB di popok atau celana dalam. Gunakan istilah yang mudah untuk mengajari anak cara menyampaikan bahwa ia ingin BAB atau BAK. “Kalau Adek nanti mau pup, bilang Mama ‘mau pup’ gitu ya…!”

Baca juga : Beasiswa d3 ke S1 Luar Negeri

¦ Pada awalnya, ajaklah anak melakukan toilet training sebanyak dua kali dalam sehari lalu secara perlahan tingkatkan menjadi pola yang lebih teratur. Misal, setelah bangun tidur atau sebelum bepergian. ¦ Ajarkan pula cara membersihkan alat kelaminnya memakai tangan kiri. Untuk anak perempuan, dimulai dari bagian depan kemudian ke bagian anus. Sementara anak laki-laki diajarkan membasuh penisnya setelah BAK. Berikan bantuan jika anak membutuhkan, namun lambat laun kurangi bantuan itu. Sementara untuk BAB, anak masih perlu lebih sering dibantu. Biasanya sebelum usia 4-5 tahun, anak memang masih belum sepenuhnya mampu melakukan aktivitas membersihkan alat kelamin setelah BAB.

¦ Ajari anak membersihkan kloset dengan menekan tombol fl ush atau menyiramnya dengan air (jika toilet tidak menggunakan kloset). Hal ini penting agar anak memahami seluruh proses sehingga terbiasa melakukannya sampai dewasa. Hal ini juga menjadi salah satu bagian dari mengajarkan kebersihan pada anak ¦ Jika anak sudah bisa memakai sendiri celana dalam dan celananya, biarkan ia melakukannya sendiri, berikan bantuan jika memang dibutuhkan.

¦ Jangan lupa mengajak anak membersihkan tangannya setelah BAB atau BAK. ¦ Berikan pujian kepada anak sekecil apa pun kemajuannya dan jangan mengkritik anak jika ia belum sepenuhnya mampu melakukan seluruh proses dengan baik. Mengontrol BAB dan BAK memang merupakan proses yang tidak sebentar dan orangtua perlu konsisten melakukan setiap tahapannya. ¦ Ingatkan anak agar memberitahukan kepada orangtua setiap kali ingin BAK atau BAB.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Mengapa Terjadi Keguguran?

Kehamilan kosong terjadi pada 50% kasus dan kelainan kromosom terjadi pada 25% kasus. Jelaslah bahwa kelainan janin adalah penyebab utama sebagian besar keguguran, bukan stres atau kelelahan. Secara sederhana dapat dijelaskan sebagai berikut. Kehamilan bisa terjadi karena proses pembuahan sel telur oleh sel sperma. Sel telur yang sehat apabila dibuahi sebuah sel sperma yang sehat akan menghasilkan embrio atau bakal anak yang sehat.

Baca juga : tes toefl Jakarta

Kelainan janin bisa terjadi karena adanya kelainan pada sel telur atau sel sperma, atau kedua nya. Dengan kata lain, kelainan janin bisa terjadi karena faktor istri (sel telur), faktor suami (sel sperma), atau keduanya. Faktor mama yang menjadi penyebab keguguran hanya sekitar 25% saja. Infeksi merupakan faktor risiko yang paling sering. Selain infeksi umum yang menyerang badan mama, infeksi lokal dari organ seksual mama juga bisa menyebabkan keguguran. Infeksi tersebut seringnya disebabkan oleh virus dan bakteri.

Infeksi TORCH (Toxoplasma, Rubella, virus CMV, dan virus Herpes Simpleks) juga dapat menyebabkan keguguran, namun pembuktiannya belum jelas dan masih kontroversial. Beberapa faktor lain juga disebutkan berhubungan dengan risiko terjadinya keguguran . Adanya penyakit kronis, seperti: peningkatan hormon tiroid, tuberkulosis, tekanan darah tinggi, kencing manis, dan kanker, dapat menyebabkan keguguran walaupun jarang. Kekurangan gizi berat juga berisiko menyebabkan keguguran.

Merokok, penyalahgunaan obat dan alkohol juga dapat berperan dalam menyebabkan kelainan janin yang berujung pada keguguran. Trauma fisik, emosional, kelainan bentuk uterus juga berhubungan dengan keguguran. Faktor imunologis juga telah terbukti signifikan dapat menyebabkan kegu guran berulang. Namun, pembahasan mengenai keguguran berulang merupakan suatu topik yang khusus. Walaupun hanya sedikit yang diketahui tentang peranan faktor paternal, namun kelainan kromosom dalam sperma jelas berpengaruh menyebabkan keguguran.

Perlu diperhatikan kembali, walaupun banyak faktor risiko maternal yang berhubungan dengan keguguran, faktor tersebut hanya sekitar 25% dari semua penyebab keguguran. Hal ini menunjukkan bahwa memang faktor janin yang paling bermakna terhadap keguguran. Jadi, jangan salahkan Mama, ya, Pa, bila terjadi keguguran. Mama pun hendaknya tidak menyalahkan diri sendiri. Ingatlah , kelelahan bukan pe nyebab utama keguguran !

Pandangan keliru dalam hal penyebab keguguran menyebabkan tekanan berlebihan pada pasangan, khususnya Mama. Peristiwa keguguran yang terjadi kebanyakan karena kelainan janin justru seharusnya memberikan dukungan kepada Mama. Keguguran biasanya terjadi secara kebetulan sehingga tak perlu ada kekhawatiran yang berlebihan pada pasangan.